Jurnal Renungan
Minggu ke-9 | Akibat DOSA: Derita, Onar, Sakit, Aib

Volume 1
Minggu
9

Akibat DOSA: Derita, Onar, Sakit, Aib
Kejadian 3:8-24

"Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." (Kej. 3:10)
Masih dengan renungan bertema "DOSA", minggu ini kita akan merenungkan akibat yang timbul karena dosa. Sahabat Keluarga, relasi yang indah antara Allah dengan manusia menjadi rusak akibat pemberontakan manusia yang meragukan perintah-Nya serta keinginan untuk menjadi seperti Allah. Ketika relasi itu belum dirusak dosa, manusia sebagai mitra/rekan sekerja Allah dalam merawat bumi memiliki hak istimewa untuk berkomunikasi secara langsung di Taman Eden. Namun ketika mereka 'sadar' telah berdosa, penulis Kitab Kejadian menggambarkan situasi yang berubah secara tiba-tiba. Sebelum dosa, Adam dan Hawa merasa biasa-biasa saja berada dalam keadaan telanjang (Kej. 2:25) dan nyaman-nyaman saja bertemu dengan Allah dalam keadaan tersebut. Namun dosa membuat mereka menjadi tidak nyaman, bahkan ketakutan! Dosa itu terus berkembang, mereka saling menyalahkan. Lebih lanjut, kedua manusia serta ular tersebut menerima ganjaran atas kesalahan yang mereka lakukan. Seperti yang digambarkan pada ayat 14-19, setiap mereka harus mengalami Derita (kesengsaraan/kesusahan), Onar (keributan/permusuhan), Sakit (kelemahan fisik), dan Aib (perasaan malu) sepanjang hidup.

Di sebuah persimpangan jalan raya, seorang polisi melihat cairan menetes dari sebuah sedan yang tengah melaju melewati mereka. Khawatir akan keselamatan pengendara, Sang Polisi mengejar sedan tersebut dan memberikan kode dari belakang agar sedan tersebut berhenti. Alih-alih berhenti, Sang Pengendara justru semakin menambah kecepatan. Setelah terlibat pengejaran selama beberapa saat, Pengendara kehilangan kendali yang menyebabkan mobil keluar jalur dan tercebur ke sebuah empang. Ketika Sang Polisi menolong Sang Pengendara keluar dari mobil yang kini berada di dalam air, Sang Polisi bertanya, mengapa Sang Pengendara tidak berhenti. Ternyata, Sang Pengendara sedan tersebut tidak memiliki SIM sehingga ia ketakutan saat diminta berhenti oleh Sang Polisi. Padahal, Sang Polisi memintanya berhenti karena khawatir saat melihat cairan terus menetes dari sedan yang dikendarainya. Akibat kesalahan yang dilakukannya, Sang Pengendara takut terhadap Sang Polisi, ia menDerita kerugian akibat mobil yang rusak, terlibat dalam keOnaran selama dalam pengejaran, mengalami Sakit karena kecelakaan, dan pengalamannya ini pun menjadi Aib yang akan terus diingatnya.

Begitulah akibat DOSA. Setiap pelanggaran yang kita lakukan akan menghasilkan konsekuensi yang perlu kita pertanggungjawabkan. Namun Allah adalah kasih. Sama seperti tindakan kasih Allah yang membuatkan pakaian untuk Adam dan Hawa meskipun mereka telah bersalah di hadapan-Nya, demikian juga Allah mengasihi kita yang berdosa terhadap-Nya. Sahabat Keluarga, jika saat ini Anda tengah berada dalam situasi yang sulit dan dunia menawarkan solusi palsu, kembalilah pada Allah dan firman-Nya, serta carilah kekuatan dari-Nya. Sebab kelengahan dan kelemahan kita akan menjadi kesempatan bagi iblis. Waspadalah!

RUANG REFLEKSI:

(Pertanyaan reflektif untuk mendampingi)
PERTANYAAN ALKITAB:
  1. Jawab Mengapa Adam dan Hawa merasa ketakutan saat tahu Tuhan Allah berada di Taman Eden?
  2. Jawab Apa saja konsekuensi dari Allah kepada ular, Hawa, dan Adam?
PERTANYAAN APLIKATIF:
  1. Jawab Iblis senang mencuri kesempatan untuk mengelabui kita saat kita berada dalam situasi lemah. Berikan contoh kelemahan manusia yang dimanfaatkan oleh iblis!
  2. Jawab Apa yang dapat Anda dan keluarga lakukan terhadap satu sama lain agar tidak terjerat tipu daya iblis?
Note: Semua jawaban dan komitmen pribadi Anda bersifat private dan tidak dapat dibaca oleh orang lain kecuali anggota keluarga Anda sendiri yang ada di dalam 1 family team.

RUANG KOMITMEN:

KOMITMEN PRIBADI:
Login disini untuk mengisi kolom komitmen!
POKOK DOA:
1. Kesehatian keluarga sebagai TIM agar dapat saling mengingatkan saat berada dalam situasi sulit, bukan saling menyalahkan
2. Kerendahan hati untuk saling mengakui salah dan mengampuni di dalam keluarga
"Kita semua memiliki penyakit mematikan yang jauh lebih buruk daripada kanker,
yang akan membunuh kita secara moral dan spiritual.
Itu adalah dosa."
(Billy Graham - Penginjil)
Jika Sahabat Keluarga memiliki pertanyaan terkait renungan pekan ini, silakan hubungi kami melalui email ke familyasateam@gmail.com
Bagikan renungan ini:

KATEGORI RENUNGAN

RENUNGAN TERBARU

MINGGU-51 | Diperbaharui dari Sehari ke Sehari
MINGGU-50 | Menjadi Pengelola Keuangan Keluarga
MINGGU-49 | Hidup Dipimpin oleh Roh Kudus
MINGGU-48 | Menjadi Teladan di dalam Kehidupan
MINGGU-47 | Gereja dan Pemuridan
Lihat Semua

ARTIKEL LAINNYA

Keluarga Peduli Sampah
Sahabat Keluarga, sejak 2005 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional yang pada…
Dear Ortu, Hukuman Itu BEDA dengan DISIPLIN Lho!
Orang tua perlu menetapkan dasar dan membangun batasan sebagai standar nilai/moral perilaku anak. Standar tersebut akan menjadi acuan tentang baik/buruk…
3 Kebiasaan Baru untuk Merawat Kesehatan Mental
Yuk pahami kenapa komitmen untuk melakukan sedikitnya 3 kebiasaan ini dapat merawat & menjaga kesehatan mental diri!1. Belajar Menikmati Makanan…
Lihat Semua

KEGIATAN TERAKHIR

Happy Wife, Happy Life
Ungkapan "Happy Wife, Happy Life" yang berarti "Istri Bahagia, Hidup Bahagia" merupakan ungkapan yang sangat terkenal meskipun tentu saja kurang…
Lihat Semua