Jurnal Renungan
Minggu ke-49 | Hidup Dipimpin oleh Roh Kudus

Volume 1
Minggu
49

Hidup Dipimpin oleh Roh Kudus
Yohanes 14:16-26; Galatia 5:13-18

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran.Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu” (Yoh 14:16-17)
Yesus sadar bahwa setelah kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya, orang-orang percaya akan menghadapi masalah yang mempengaruhi aspek psikologis, fisik dan sosial mereka. Itulah sebabnya sebelum menderita, Yesus menguatkan murid-murid-Nya bahwa Ia akan meminta "penolong lain" kepada Bapa-Nya (Yohanes 14:16). Yang dimaksud dengan “penolong lain” adalah adalah pihak yang mampu memberikan pertolongan, terutama kepada murid-murid-Nya.  Kata "penolong" berasal dari kata Yunani "parakletos", yang secara harfiah berarti "orang yang dipanggil untuk membantu". "Parakletos" juga bisa diartikan: Penasihat, Penguat, Penghibur, Penolong, Pembela, Juru Selamat, Mitra dan Sahabat. Roh Kudus akan membantu para murid seperti yang Yesus lakukan untuk mereka ketika Ia masih bersama mereka. Roh Kudus menyertai mereka untuk membantu dan menguatkan mereka dengan mengajar mereka berjalan dalam kebenaran (Yohanes 14:26), menghibur mereka saat dalam kesulitan (Yohanes 14:18), dan menjadi sahabat untuk membantu mereka, yang akan diam di dalam mereka (Yohanes 14:17).

Roh Kudus bukan hanya sebuah kekuatan rohani yang abstrak, tetapi merupakan pribadi yang ketiga dari Allah Tritunggal, yang sederajat dengan Bapa dan Anak. Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita adalah jaminan keselamatan kita, menuntun dan memampukan kita untuk mengalami pertumbuhan kerohanian. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: apakah ada cara untuk mengenali orang yang memiliki Roh Kudus di dalam dirinya, atau sering juga menggunakan istilah “hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus”? Tentu saja ada. Orang yang dipimpin atau dipenuhi oleh Roh Kudus adalah orang yang menaati Tuhan dengan sepenuh hati, hidup dalam kekudusan, menghormati dan melakukan kebenaran Firman Tuhan, berani melakukan kehendak Tuhan, dan yang terpenting adalah "menghasilkan buah-buah Roh Kudus". Bagi jemaat gereja di Galatia, Paulus mengontraskan perbuatan daging dengan buah Roh (Galatia 5: 3-18).  Tujuannya adalah agar jemaat Tuhan di Galatia memahami sifat yang dimanifestasikan dalam tindakan, pemikiran dan perkataan oleh orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus dan dibandingkan dengan orang-orang yang hidupnya mengutamakan kepentingan mereka sendiri, atau mengutamakan "kedagingannya". Perbuatan daging manusia terlihat jelas, termasuk hal-hal seperti percabulan, kenajisan, kemarahan, iri hati, dan kebencian.

Tetapi orang-orang yang dipenuhi Roh menghasilkan pikiran, perkataan, dan tindakan yang mencerminkan kasih, sukacita, kedamaian, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan pengendalian diri. Jadi, Roh Kudus adalah penuntun kita untuk menjalani kehidupan yang memuliakan Allah. Ketika kita mengizinkan Roh Kudus untuk memimpin kita, kita akan menghasilkan buah Roh dan menjalani hidup yang berkenan dan menyukakan hati Allah.


RUANG REFLEKSI:

(Pertanyaan reflektif untuk mendampingi)
PERTANYAAN ALKITAB:
  1. Jawab Siapakah yang Yesus janjikan akan menjadi penolong bagi murid-murid-Nya, saat Ia menderita, mati disalib, bangkit dan naik ke Surga?
  2. Jawab Mengapa Paulus membandingkan buah-buah dari perbuatan kedagingan dan buah-buah dari Roh Kudus?
PERTANYAAN APLIKATIF:
  1. Jawab Apa hal penting yang Anda dapatkan dari renungan hari ini?
  2. Jawab Menurut Anda, apa yang perlu dilakukan agar Roh Kudus berdiam dan memenuhi/memimpin hidup Anda?
Note: Semua jawaban dan komitmen pribadi Anda bersifat private dan tidak dapat dibaca oleh orang lain kecuali anggota keluarga Anda sendiri yang ada di dalam 1 family team.

RUANG KOMITMEN:

KOMITMEN PRIBADI:
Login disini untuk mengisi kolom komitmen!
POKOK DOA:
Kiranya kita dapat menerima karunia Roh Kudus dan menjalani kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus, yang akan memampukan kita untuk melayani sesama dalam kasih, serta menghasilkan buah-buah yang kekal dan memuliakan Tuhan.
Jika Sahabat Keluarga memiliki pertanyaan terkait renungan pekan ini, silakan hubungi kami melalui email ke familyasateam@gmail.com
Bagikan renungan ini:

KATEGORI RENUNGAN

RENUNGAN TERBARU

MINGGU-51 | Diperbaharui dari Sehari ke Sehari
MINGGU-50 | Menjadi Pengelola Keuangan Keluarga
MINGGU-49 | Hidup Dipimpin oleh Roh Kudus
MINGGU-48 | Menjadi Teladan di dalam Kehidupan
MINGGU-47 | Gereja dan Pemuridan
Lihat Semua

ARTIKEL LAINNYA

7 Hal Parenting yang Setiap Ortu HARUS Ingat
Berjuang untuk memiliki pemahaman yang sama dalam hal mengasuh anak dan disiplin sering kali menjadi salah satu pergumulan terbesar yang…
Dear Ortu, Hukuman Itu BEDA dengan DISIPLIN Lho!
Orang tua perlu menetapkan dasar dan membangun batasan sebagai standar nilai/moral perilaku anak. Standar tersebut akan menjadi acuan tentang baik/buruk…
Jangan Pernah Percaya 5 MITOS tentang PACARAN Ini!
Sahabat Keluarga, seringkali kawula muda menghadapi tantangan dari mitos-mitos yang kerap kali dipercaya oleh generasi sebelumnya dan diteruskan ke generasi…
Lihat Semua

KEGIATAN TERAKHIR

Happy Wife, Happy Life
Ungkapan "Happy Wife, Happy Life" yang berarti "Istri Bahagia, Hidup Bahagia" merupakan ungkapan yang sangat terkenal meskipun tentu saja kurang…
Lihat Semua